Portal berita terkini terus melaju untuk Indonesia Maju

Minggu, 26 Oktober 2025

Pakar Puji Polri Ungkap 38 Ribu Kasus Narkotika, Wujud Ketangguhan Melindungi Masyarakat

Jakarta - Pada bulan Januari-Oktober 2025, Polri berhasil mengungkap 38 ribu kasus narkoba dan menyita hampir 200 ton barang bukti. 

Pengajar dan peneliti tetap program studi Hubungan Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, mengatakan angka itu menunjukkan ketangguhan polisi dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Devie menerangkan Polri telah menyelamatkan anak muda dari jebakan percobaan pertama dan membuat lingkungan kota dan kampus lebih aman. Tantangan berikutnya yakni harus meningkatkan daya cegah dan daya selamat di masyarakat, terutama menahan masuknya barang berbahaya.

"Ini bukan sekadar operasi rutin, tetapi penjagaan nyata atas masa depan anak-anak muda Indonesia," terang Devie, Sabtu (25/10/2025). 

Devie mengungkapkan bahaya ancaman narkoba kini sudah berubah jauh lebih kejam dan mematikan. Devie memaparkan menurut studi global, banyak remaja tidak rutin memakai narkoba tapi saat mereka mencoba sekali, barang yang beredar sering jauh lebih berbahaya.

"Barang-barang ini, banyak beredar lewat media sosial dan toko online sehingga anak muda mudah tertipu. Inilah sebabnya, menurut riset global, walau penggunaan narkoba di kalangan muda tidak meningkat, jumlah overdosis justru naik," ungkapnya.

Pengamat sosial ini lalu membuka hasil penelitian dari Australia dan Amerika Serikat. Katanya, memasuki usia 18-24 tahun (kuliah atau kerja awal), risikonya melonjak mulai dari pesta minum berlebihan (binge drinking) sampai vaping dan eksperimen zat baru.

"Di sinilah peran polisi, sekolah, kampus, orang tua, dan komunitas sangat penting untuk mencegah anak muda terjerumus," paparnya.

Devie menegaskan keberhasilan Polri dalam menangkap jaringan narkoba adalah wujud pilar pelindung. Ia mengatakan penegakan hukum harus tetap tegas untuk memutus jaringan pengedar.

Ia menyarankan dilakukan edukasi di sekolah dan kampus agar anak muda paham risiko dan tahu ke mana mencari bantuan. Kesiapsiagaan darurat, katanya, harus dilakukan supaya overdosis bisa cepat ditangani.

"Dengan kolaborasi seperti ini, keberhasilan polisi akan terasa langsung dampaknya dalam kehidupan masyarakat," tegasnya.

"Sekarang, saatnya kita semua ikut menjaga benteng ini dengan edukasi, kepedulian, dan kesiapsiagaan di lingkungan terdekat. Karena perang melawan narkoba bukan hanya soal menangkap pelaku, tapi menyelamatkan generasi," imbuhnya.

Share:

Jumat, 24 Oktober 2025

Brigadir Renita Rismayanti, Polwan Polri Raih Penghargaan Dunia UN Woman Police Officer of The Year 2023


Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan di kancah internasional. Brigadir Renita Rismayanti, S.H., anggota Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, berhasil meraih penghargaan bergengsi United Nations Woman Police Officer of The Year 2023 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). kamis (23/10/2025)

Brigadir Renita, yang lahir di Kota Magelang, 28 Oktober 1996, merupakan personel Bhayangkara Administrasi Pelaksana Lanjutan Taud Divhubinter Polri, yang pernah bertugas sebagai Crime Database Officer dalam Misi Perdamaian PBB MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic).

Dalam tugasnya di MINUSCA, Brigadir Renita berperan penting dalam konseptualisasi dan pengembangan Database Criminal Internal Security Force serta UNPOL Case Management Platform, dua inovasi penting yang meningkatkan kemampuan Polisi PBB (UNPOL) dalam memetakan serta menganalisis titik-titik rawan kejahatan dan kekacauan (crime hotspots).

Inovasi ini memungkinkan pasukan keamanan setempat untuk merencanakan operasi secara lebih efektif dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak. Kontribusinya telah diakui sebagai langkah besar dalam mendukung stabilitas dan keamanan masyarakat sipil di Republik Afrika Tengah.

Apresiasi dari Pimpinan Polri

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi luar biasa yang diraih oleh Brigadir Renita.

“Prestasi Brigadir Renita menjadi bukti bahwa anggota Polri memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan inovasi yang bermanfaat dalam pencegahan kejahatan di wilayah penugasan. Polri akan terus memberikan dukungan penuh kepada setiap personel yang berprestasi dan membawa nama baik institusi. Kami ingin seluruh anggota terus mengasah kemampuan, berinovasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.

Senada dengan itu, Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri (Kadivhubinter) Irjen Pol. Amur Chandra Juli Buana juga memberikan apresiasi atas kiprah Brigadir Renita yang telah mengharumkan nama Polri dan Indonesia di forum dunia.

“Brigadir Renita adalah sosok Polwan inspiratif yang menunjukkan kapasitas dan kompetensi luar biasa di kancah internasional. Melalui kerja keras dan dedikasinya, ia mampu membuktikan bahwa Polwan Indonesia mampu bersaing dan diakui secara global. Prestasi ini juga menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung kesetaraan gender serta peran perempuan dalam menjaga perdamaian dunia,” ujar Kadivhubinter.

Apresiasi Dunia Internasional

Capaian Brigadir Renita juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan internasional. Salah satunya datang dari Jacquilline O’Neill, Duta Besar Kanada untuk Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan, yang menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi tertulis atas prestasi Brigadir Renita.

“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terpilihnya Anda sebagai UN Woman Police Officer of the Year 2023 atas kerja luar biasa Anda sebagai Crime Database Officer di MINUSCA. Saya memahami bahwa pekerjaan Anda telah memberikan dampak positif terhadap kemampuan aparat keamanan lokal dalam merencanakan operasi demi melindungi warga sipil, serta berkontribusi besar dalam meningkatkan keamanan bagi komunitas rentan, termasuk perempuan dan anak-anak,” tulis O’Neill.

“Sebagai penerima termuda dalam sejarah penghargaan ini, Anda tanpa diragukan telah menginspirasi banyak perempuan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Saya berkesempatan mengunjungi Pusat Misi Internasional Polri Police Peacekeeping Center di Indonesia pada bulan Mei, dan saya sangat terkesan dengan dedikasi para Polwan yang saya temui. Indonesia menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam mengirimkan personel perempuan ke misi perdamaian PBB,” lanjutnya.

“Saya memahami bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan semangat luar biasa. Anda telah memberikan kontribusi penting bagi misi perdamaian, bagi keamanan masyarakat di Republik Afrika Tengah, dan bagi misi kemanusiaan PBB di seluruh dunia. Saya mendoakan kesuksesan Anda terus berlanjut dalam karier dan pengabdian yang mulia ini,” tutup O’Neill.

Kebanggaan Indonesia di Kancah Dunia

Keberhasilan Brigadir Renita menjadi Polwan pertama dari Indonesia yang menerima penghargaan tertinggi bagi Polisi Wanita Dunia dari PBB merupakan bukti nyata profesionalisme, dedikasi, dan kemampuan anggota Polri di panggung internasional.

Prestasi ini menegaskan peran Polwan Indonesia dalam misi perdamaian dunia, sekaligus memperkuat posisi Polri sebagai institusi yang modern, adaptif, dan berkelas dunia.

Polwan Inspiratif, Polri untuk Dunia.”

Share:

Selasa, 21 Oktober 2025

Penguatan Lini Terdepan, Kapolda Sultra Resmikan PAMAPTA Polres Kendari



NUQTA.NEWS, Kendari — Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H, memimpin secara langsung kegiatan Launching Nomenklatur Perwira Samapta (PAMAPTA) yang dilaksanakan di Mapolres Kendari, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra, unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tenggara, Kapolres Kendari beserta Forkopimda Kota Kendari. Launching tersebut juga digelar secara serentak di seluruh Polres jajaran Polda Sultra sebagai bentuk komitmen Polri dalam memperkuat sistem pelayanan kepolisian di tingkat wilayah.

Dalam sambutannya, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menegaskan bahwa perubahan nomenklatur dari Kanit menjadi PAMAPTA di tingkat Polres merupakan implementasi dari Keputusan Kapolri Nomor: KEP/1438/IX/2025 tanggal 24 September 2025 tentang Penyesuaian Nomenklatur Kanit menjadi PAMAPTA pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Perubahan ini bukan sekadar penyebutan jabatan, namun merupakan bentuk penyempurnaan sistem pelayanan dan pengendalian operasional kepolisian agar fungsi SPKT semakin kuat, efektif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda Sultra menjelaskan bahwa PAMAPTA memiliki peran penting sebagai garda terdepan Polri dalam memberikan pelayanan cepat dan responsif, mulai dari penerimaan laporan, penanganan awal di tempat kejadian perkara (TPTKP), hingga penanganan perkara ringan.

“PAMAPTA menjadi representasi Polri yang siap hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sultra juga mengingatkan seluruh jajaran agar memahami esensi perubahan nomenklatur ini, bukan hanya sebagai pergantian struktur, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian yang lebih humanis, profesional, dan terintegrasi.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan simbolis launching nomenklatur PAMAPTA oleh Kapolda Sultra, disaksikan oleh para pejabat utama dan undangan yang hadir.

Dengan diluncurkannya nomenklatur PAMAPTA ini, Polda Sultra berharap pelayanan kepolisian di seluruh jajaran semakin responsif, cepat, dan memberikan kepastian hukum yang berpihak pada masyarakat.


Share:

Minggu, 19 Oktober 2025

Kapolda Sultra Hadiri Penutupan STQH Nasional XXVIII 2025



NUQTA.NEWS, KENDARI — Gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke-XXVIII resmi ditutup pada Sabtu malam (18/10/2025) di area Tugu Eks MTQ Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara penutupan yang dihadiri sekitar 10.000 peserta kafilah dan tamu undangan tersebut berlangsung meriah dan khidmat. (18/10)

Penutupan STQH dipimpin langsung oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag, mewakili Menteri Agama RI. Hadir pula sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK RI Prof. Warsito, S.Si., DEA., Ph.D., Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M., Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., serta unsur Forkopimda dan para tokoh agama se-Indonesia.

Rangkaian kegiatan penutupan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars MTQ, dilanjutkan laporan pelaksanaan kegiatan, pembacaan SK pemenang, hingga penyerahan penghargaan kepada para juara. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Qori dan Qoriah terbaik turut mengiringi suasana penutupan yang penuh keharuan dan kebanggaan.

Puncak acara ditandai dengan seremoni penurunan bendera LPTQ, pembacaan doa oleh Dr. H. Danial, M.Th.I, serta penampilan istimewa dari grup band Ungu yang menutup secara resmi seluruh rangkaian STQH Nasional ke-XXVIII.

Dalam ajang yang berlangsung selama enam hari ini, Provinsi Kalimantan Timur berhasil meraih juara umum, disusul oleh DKI Jakarta di posisi kedua dan Sumatera Selatan di posisi ketiga. Sementara Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah berhasil menempati posisi kesembilan secara nasional.

Pelaksanaan STQH ke-XXVIII bertujuan untuk menyeleksi dan mengembangkan potensi qori dan qoriah terbaik Indonesia, sekaligus memperkuat syiar Islam melalui peningkatan kualitas tilawah Al-Qur’an dan pemahaman hadits di seluruh nusantara. Selama penyelenggaraan, situasi keamanan dilaporkan aman, tertib, dan kondusif berkat pengamanan terpadu yang dilakukan oleh Polda Sultra dan seluruh unsur terkait.

Dengan berakhirnya kegiatan pada pukul 23.00 WITA, STQH Nasional ke-XXVIII di Sulawesi Tenggara resmi ditutup, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh kafilah dan masyarakat yang hadir dalam perhelatan akbar keagamaan tersebut.

Share:

Jumat, 17 Oktober 2025

Kapolda Sultra Pimpin Apel Pelepasan Satgas Operasi Amole II – 2025 BKO Polda Papua


NUQTA.NEWS, Kendari – Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H memimpin apel pelepasan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Amole II Tahun 2025 Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Papua, dalam rangka pengamanan objek vital nasional PT Freeport Indonesia. Apel berlangsung di Lapangan Apel Sat Brimob Polda Sultra dan diikuti para Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra, Wadansat Brimob, serta seluruh personel yang terlibat dalam misi pengamanan tersebut. Jumat (17/10)

Dalam amanatnya, Kapolda Sultra menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya apel pelepasan tersebut, sekaligus memberikan penghargaan kepada 100 personel terbaik Satuan Brimob Polda Sultra yang akan melaksanakan penugasan mulia di wilayah hukum Polda Papua.

“Penugasan ini merupakan wujud nyata kesiapsiagaan personel Brimob Polda Sultra dalam menghadapi panggilan tugas, sekaligus bukti komitmen Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Kapolda.

Irjen Pol Didik Agung menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Amole II Tahun 2025 merupakan bentuk kepercayaan pimpinan Polri kepada Polda Sultra, khususnya kepada jajaran Brimob. Ia berpesan agar seluruh personel melaksanakan tugas dengan dedikasi tinggi, disiplin, serta menjunjung tinggi profesionalisme.

Selain itu, Kapolda juga memberikan sejumlah arahan penting kepada para personel yang akan bertugas, di antaranya: meniatkan tugas sebagai ibadah, menjaga kesehatan dan keselamatan diri, mengutamakan disiplin dan sikap profesional, menjaga kekompakan serta sinergitas dengan TNI dan pihak keamanan lainnya, serta selalu menjaga nama baik Polda Sultra dan keluarga.

“Tugas ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Laksanakan dengan penuh keikhlasan dan semangat pengabdian. Ingatlah bahwa keluarga besar Polda Sultra dan keluarga di rumah selalu mendoakan keselamatan serta keberhasilan kalian,” pesan Kapolda Sultra.

Apel pelepasan berlangsung dengan Suasana haru dan bangga terlihat dari seluruh peserta apel yang memberikan dukungan moril bagi para personel yang akan bertugas di wilayah Papua.

Share:

Kamis, 16 Oktober 2025

Personel Ditsamapta Polda Sultra Gelar Patroli Mobile di Lokasi Pelaksanaan STQH Nasional XXVIII di Kendari


NUQTA.NEWS, Kendari – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke-XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari, personel Subdit Gasum Ditsamapta Polda Sultra melaksanakan kegiatan Patroli Mobile pada Kamis, 16 Oktober 2025, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh Kasiturjawali Subdit Gasum Ditsamapta Polda Sultra, AKP Muh. Ady Kesuma, S.H., M.H., dengan melibatkan 20 personel. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan 1 unit kendaraan roda empat (R4) dan 7 unit kendaraan roda dua (R2) untuk menjangkau beberapa titik lokasi kegiatan STQH Nasional di Kota Kendari.

Adapun lokasi patroli meliputi Tugu Religi Eks MTQ, Gedung Kementerian Agama Provinsi Sultra, Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Gedung BPMP Provinsi Sultra, serta Gedung Inspektorat Provinsi Sultra.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di area pelaksanaan STQH Nasional ke-XXVIII Tahun 2025 agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. Berdasarkan laporan di lapangan, situasi selama pelaksanaan patroli terpantau aman, tertib, dan terkendali.

Pelaksanaan Patroli Mobile ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polri, khususnya Polda Sultra, dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mendukung suksesnya penyelenggaraan event nasional di wilayah Sulawesi Tenggara.

 

Share:

Personel Polda Sultra Ikuti Kegiatan Binrohtal Bersama Ustad Dr. Muh. Danial di Masjid Al Amin



Kendari – Personel Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) pada Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di Masjid Al Amin Polda Sultra. Kegiatan yang dimulai pukul 08.45 Wita ini menghadirkan Ustad Dr. Muh. Danial, S.Pd., M.Pd. sebagai penceramah dengan tema “Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT.”

Kegiatan Binrohtal ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Polda Sultra sebagai upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan personel Polri dalam menjalankan tugas sehari-hari. Melalui tausiyah yang disampaikan, Ustad Dr. Muh. Danial mengingatkan pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT agar setiap anggota Polri senantiasa bekerja dengan hati yang ikhlas dan berintegritas tinggi dalam melayani masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Personel Polda Sultra turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mencerminkan semangat untuk memperdalam nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan personel Polda Sultra semakin termotivasi untuk menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan kerja maupun dalam pelayanan kepada masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan tertib.

Share:

Rabu, 15 Oktober 2025

ATLET GARBHA PRESISI POLRI BORONG MEDALI DI AJANG PON BELADIRI 2025



Kudus - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025, yang diselenggarakan di Kudus, Jawa Tengah, pada 11 hingga 26 Oktober 2025.

Ajang nasional yang diikuti oleh 2.645 atlet dari 38 KONI Provinsi ini mempertandingkan 10 cabang olahraga beladiri, yaitu:

1. Karate

2. Tarung Derajat

3. Ju-Jitsu

4. Pencak Silat

5. Taekwondo

6. Gulat

7. Judo

8. Sambo

9. Wushu

10. Shorinji Kempo

Selama perhelatan berlangsung, Data perolehan medali dari atlet Polri di cabang beladiri lainnya masih terus dihimpun, dan diharapkan kontribusi anggota Polri dapat semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga nasional.

Dari cabang-cabang tersebut, sejumlah atlet Polri turut berpartisipasi mewakili provinsi masing-masing, menampilkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu cabang yang menorehkan hasil gemilang adalah Taekwondo, di mana atlet Garbha Presisi Polri berhasil mengumpulkan 5 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Perolehan Medali Cabang Taekwondo oleh Atlet Polri:

🥇 Medali Emas:

1. Briptu Rizky Anugrah Prasetyo – Polda Jawa Timur (Kelas O-87 kg Putra)

2. Bripda Adhetian Setya Putra – Polda Metro Jaya (Kelas U-87 kg Putra)

3. Bripda Mega Djuwita – Polda Riau (Kelas U-73 kg Putri)

4. Bripda Petrus Khrisna Putra – Polda Metro Jaya (Kelas U-54 kg Putra)

5. Bripda Shaleha Fitriana – Polda Jawa Tengah (Kelas U-62 kg Putri)


🥈 Medali Perak:

1. Bripda Sekar Embun – Polda Bangka Belitung (Kelas U-67 kg Putri)

2. Briptu Siloam Begur – Polda Kalimantan Timur (Kelas U-54 kg Putra)


🥉 Medali Perunggu:

1. Briptu Johansen Visenzo – Polda Sulawesi Tengah (Poomsae Beregu Putra)

2. Bripda Yogy Aziz Sigiantoro – Polda Jawa Tengah (Kelas U-87 kg Putra)

3. Bripda Hanifah Safitri – Polda Riau (Kelas U-53 kg Putri)


— Kombes Pol Philemon Ginting, S.I.K., M.H. Kabag Binjas SSDM Polri selaku pengurus Komite Olahraga Polri mengungkapkan “Prestasi yang diraih para atlet Garbha Presisi Polri di ajang PON Beladiri 2025 ini merupakan wujud nyata dari semangat disiplin, dedikasi, dan jiwa pantang menyerah anggota Polri.

Kami bangga karena mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam olahraga beladiri, tetapi juga memperlihatkan karakter kuat dan integritas tinggi yang menjadi jati diri seorang Bhayangkara. 

Ke depan, Polri melalui Komite Olahraga Polri (KOP) akan terus membina dan memfasilitasi para atlet untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Olahraga beladiri bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari pembentukan mental dan fisik yang siap mendukung tugas pokok Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,”

Eksistensi Komite Olahraga Polri (KOP) berperan penting dalam pembinaan, pengembangan, dan penyaluran bakat anggota Polri di bidang olahraga. KOP menjadi wadah resmi yang mengoordinasikan kegiatan olahraga di lingkungan Polri serta menjembatani sinergi antara pembinaan jasmani, pengembangan prestasi, dan peningkatan citra positif Polri di masyarakat.

Melalui KOP, Polri, serta para pelatih dan pimpinan satuan di seluruh Indonesia, Polri terus berkomitmen mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing secara sportif, terhormat, dan berintegritas tinggi.

Kegiatan PON Beladiri 2025 di Kudus menjadi momentum penting untuk mempererat semangat sportivitas, memperkokoh persaudaraan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa. Polri akan terus berperan aktif membangun karakter personel yang tangguh, disiplin, dan berprestasi, sejalan dengan semangat Polri Presisi — Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.


Share:

JATI DIRI BANGSA POLRI PERKUAT KARAKTER ANGGOTA HADAPI GEOPOLITIK INTERNASIONAL


Jakarta – Polri menyelenggarakan seminar bertajuk “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Polri Sadar Berkarakter” untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul dan berkarakter. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta Selatan ini, merupakan upaya strategis Polri untuk memperkuat rasa nasionalisme yang dijiwai jati diri bangsa di tengah dinamika tarik menarik geopolitik internasional. Rabu (15/10)

Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM Kapolri) Irjen Pol Anwar membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam seminar tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata upaya Polri dalam memberikan solusi untuk memperbaiki tubuh institusi yang pada akhirnya akan membentuk SDM Polri unggul. 

Lebih lanjut, seminar ini menjadi awal dari penyusunan kurikulum dan modul yang menekankan pentingnya membangun karakter personel Polri berdasarkan tiga pilar utama: spiritual, intelektual dan kultural, guna memperkuat jati diri Bangsa.

"Seminar ini menjadi bagian kecil dari langkah nyata dan sistematis Polri untuk memperbaiki diri dengan membangun SDM yang unggul, profesional dan berkarakter Bhayangkara Indonesia melalui pilar spiritual, intelektual dan kultural." Ujar As SDM, Irjen Anwar.

Pentingnya penguatan karakter ini didukung oleh temuan riset yang dipaparkan oleh Dr. Junus Simangunsong, S.Si., M.T., selaku Ketua Tim Peneliti Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia. Dalam presentasinya mengenai “Penyampaian Hasil Riset Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Manusia Indonesia Seutuhnya,” Dr. Junus menyoroti signifikansi spiritualitas sebagai fondasi moral dan integritas anggota Polri. 

Hasil riset menunjukkan bahwa nilai koefisien Dimensi Spiritual memiliki skor terendah, yakni 4,28, dibandingkan intelektual (4,43) dan kultural (4,46). Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kesadaran spiritual dan refleksi, sehingga strategi penguatan berjenjang sangat diperlukan.

"Hasil riset ini mendapatkan dukungan penuh dari Polri dan akan dijadikan dasar fundamental dalam penyusunan kurikulum pembinaan karakter Polri. Kurikulum ini dirancang untuk memperkuat jati diri Bhayangkara Indonesia dan dalam penguatan ketahanan nasional." Ujar Irjen Anwar.

Salah satu narasumber Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo, memaparkan materi “Kembali kepada Jati diri bangsa untuk mengelola tarik menarik geopolitik internasional melalui penguatan nasionalisme melalui pilar spiritual, intelektual dan kultural.” Sebagai seorang Praktisi Polri, ia menegaskan bahwa pembangunan SDM Polri berkarakter Bangsa Indonesia harus menguatkan jiwa nasionalisme melalui tiga pilar utama yang saling menopang. 

Brigjen Langgeng menjelaskan bahwa tarik menarik geopolitik internasional merupakan dinamika kompleks interaksi antarnegara di tingkat global, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti politik, ekonomi, keamanan dan budaya. Fenomena ini menciptakan persaingan dan pengaruh antarnegara yang dapat berupa kerja sama, persaingan bahkan konflik, dengan contoh nyata seperti globalisasi, perang dagang, pasar bebas dan polarisasi.

"Pelindung utama Bangsa Indonesia dalam mengelola tarik menarik geopolitik internasional adalah dengan cara menguatkan jiwa nasionalisme yg dijiwai jati diri bangsa untuk menguatkan karakter bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara." Ujar Langgeng.

Sementara itu, dari kalangan akademisi, Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, Putri Proklamator, menyampaikan materi "Pancasila jalan lurus, sebagaimana pemikiran dari Bung Hatta. Polri didorong sebagai role model perekat bangsa." Beliau menegaskan peran strategis Polri sebagai panutan dan perekat bangsa. Menurutnya, Polri bukan hanya sekadar penegak hukum, tetapi juga adalah penjaga nilai-nilai moral dan persatuan bangsa.

Prof. Dr. Anhar Gonggong, M.A. sebagai narasumber dari Sejarawan Nasional berbicara tentang sejarah kebangsaan dan akar kebhayangkaraan, menelusuri Peran Polri dalam Perjalanan Bangsa. Anhar menyinggung esensi pancasila, kejujuran melawan korupsi. Polisi harus menjadi salah satu unsur terpenting negara.

Masukan konstruktif juga datang dari peserta tamu. Kushartono, yang bertindak sebagai penanggap, memberikan saran bahwa solusi mendasar terhadap berbagai persoalan bangsa bukanlah saling mengkritik atau menghujat, melainkan melalui introspeksi diri masing-masing. Ia bahkan menganjurkan "tobat nasional" dengan kembali kepada jati diri bangsa yang sejati.

Di sesi penutup, Dr. Supardi Hamid, M.Si., Komisioner Kompolnas, menyampaikan materi “Penguatan Jati Diri Polri: Tantangan Institusional dan Agenda Strategis.” Beliau menekankan bahwa upaya penguatan karakter anggota Polri harus diiringi dengan tata kelola kelembagaan yang transparan dan berkeadilan, sebagai wujud reformasi SDM yang utuh.

Seminar yang diikuti secara langsung oleh 250 anggota Polri dari Mabes Polri dan Polda jajaran se-Indonesia, juga dilaksanakan secara daring, berfokus pada internalisasi nilai-nilai spiritual, intelektual dan kultural dalam membentuk SDM Polri yang profesional, humanis, berkarakter kuat dan dipercaya publik. 

"Tujuan utama kegiatan seminar ini adalah meningkatkan pemahaman anggota tentang jati diri bangsa, menginternalisasi model “Sadar Berkarakter” dalam tugas sehari-hari, membangun komitmen kolektif dan pada akhirnya, mewujudkan Polri yang responsif, berkarakter kuat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi." Tutup Anwar.
Share:

Gegana Satbrimob Polda Sultra Laksanakan Sterilisasi Lokasi STQH Nasional XXVIII di Kota Kendari



NUQTA.NEWS, Kendari - Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara melalui Komposit Gegana melaksanakan kegiatan sterilisasi di sejumlah lokasi pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari pada Rabu, 15 Oktober 2025. 

Kegiatan ini dipimpin oleh Danden Gegana Satbrimob Polda Sultra Kompol Asri Diyni, S.E., M.M. selaku Kasubsatgas, dan Wadanden Gegana AKP I Made Edy Sastrawan sebagai Perwira Pengendali (Padal). Sebanyak 50 personel diterjunkan dengan pembagian empat tim komposit yang bertugas di sejumlah titik strategis kegiatan STQH.

Adapun lokasi sterilisasi meliputi Aula BPMP Kendari, Auditorium IAIN Kendari, Aula Inspektorat Sultra, Aula Kemendikbud dan ruangan transit VVIP, Lapangan Eks MTQ Kendari, serta Aula Kementerian Agama Sultra.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim Gegana menggunakan berbagai peralatan pendukung dan deteksi modern seperti X-ray Open Vision, Hand Metal Detector, Riideye, dan Hand Held Mirror guna memastikan tidak adanya ancaman bahan peledak maupun zat berbahaya lainnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh area dalam keadaan aman dan steril tanpa ditemukan benda mencurigakan, bahan peledak, maupun unsur kimia, biologi, dan radioaktif berbahaya.

Kasubsatgas Kompol Asri Diyni menyampaikan bahwa kegiatan sterilisasi berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan SOP yang berlaku. “Sterilisasi ini merupakan bagian dari tugas preventif Satbrimob dalam menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh rangkaian kegiatan STQH Nasional XXVIII di Kendari,” ujarnya. 

Setelah sterilisasi selesai, seluruh area diserahkan kepada Padal Pengamanan Obyek untuk pengawasan lanjutan. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.

Share:

Polda Sultra Mengikuti Sosialisasi Implementasi UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP


NUQTA.NEWS, Kendari — Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) mengikuti kegiatan Sosialisasi Implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang dilaksanakan secara Zoom Meeting dari Mabes Polri dan diikuti di Aula Dhacara Polda Sultra, Rabu (15/10/2025) pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H, didampingi Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, S.I.K., M.H, dan Kabid Hukum Kombes Pol La Ode Proyek, S.H., M.H.

Selain itu, turut hadir para Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra serta sejumlah personel di lingkungan Polda Sultra.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam memahami dan mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengatur mengenai Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, menggantikan KUHP lama. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Polri memiliki pemahaman komprehensif terhadap norma dan ketentuan baru yang termuat dalam KUHP, sehingga penerapan hukum di lapangan dapat berjalan lebih profesional, humanis, dan sesuai dengan prinsip keadilan.

Share:

Dorong Hidup Sederhana, Sipropam Polres Wakatobi Lakukan Sosialisasi Anti Hedonis




NUQTA.NEWS, Wakatobi – Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Wakatobi kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan disiplin dan menjaga citra Polri. Melalui kegiatan Sosialisasi dan Penertiban Gaya Hidup Hedonis, Sipropam mengajak seluruh personel untuk menanamkan nilai kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kasi Propam Polres Wakatobi Ipda Darwis, S.Si., dalam arahannya menyampaikan bahwa gaya hidup hedonis tidak sejalan dengan semangat pengabdian Polri sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

“Kesederhanaan adalah bagian dari keteladanan. Jangan biarkan perilaku pamer kemewahan mencederai kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini tidak hanya berupa penyuluhan, tetapi juga dilakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap aktivitas personel di media sosial, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi pelanggaran etika dan disiplin.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Sipropam berharap seluruh jajaran Polres Wakatobi dapat menjadi contoh dalam menjalani gaya hidup yang sederhana, beretika, dan berintegritas tinggi.




Share:

Senin, 13 Oktober 2025

Bhayangkari Daerah Sultra Gelar Kegiatan Peduli di Desa Wawatu, Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan


NUQTA.NEWS, Konawe Selatan — Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73, Bhayangkari Daerah Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan sosial bertajuk Bhayangkari Peduli di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Senin (13/10/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Tenggara, Ny. Yani DA Widjanarko, didampingi Wakil Ketua Ny. Luciana Gidion, serta diikuti oleh jajaran pengurus Bhayangkari Daerah dan Cabang Konawe Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Bhayangkari Cabang Konawe Selatan Ny. Chily Febri Syam, Wakil Ketua Ny. Ginsyah Fitrayadi, Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Moramo Utara Ny. Zelfi Tujianto, Kapolsek Moramo Utara Iptu Tujianto Sujudi, S.H., M.A.P., Kepala Desa Wawatu Yanti, serta tim kesehatan dari Polres Konawe Selatan dan BLUD Puskesmas Lalowaru.

Dalam sambutannya, Ny. Yani DA Widjanarko menyampaikan bahwa kegiatan Bhayangkari Peduli merupakan bentuk nyata kepedulian keluarga besar Polri terhadap masyarakat.

“Bakti sosial ini bukan hanya tentang bantuan materiil, tetapi juga sebagai wujud silaturahmi dan kebersamaan kami dengan masyarakat. Bhayangkari ingin selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam suka maupun duka,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Bhayangkari menyerahkan 130 paket sembako kepada warga kurang mampu serta peralatan sekolah bagi anak-anak SD di Desa Wawatu. Selain itu, juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan umum, gigi, dan mulut bagi masyarakat setempat.

Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan, tim medis menemukan dua warga yang mengalami gangguan kesehatan, masing-masing sakit gigi dan alergi. Keduanya langsung mendapatkan penanganan dan obat dari tim kesehatan Bhayangkari.

Tak hanya itu, Bhayangkari Daerah Sultra juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para nelayan dan warga sekitar untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya peran orang tua dalam membangun generasi cerdas dan berakhlak.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif, serta berakhir pada pukul 11.00 WITA. Setelah kegiatan di Desa Wawatu, rombongan Bhayangkari melanjutkan agenda kunjungan ke wilayah Kecamatan Moramo.

Share:

Kamis, 09 Oktober 2025

Ditpolairud Polda Sultra Bersama DKP Sultra Amankan Dua Nelayan Pembawa Bahan Peledak di Perairan Teluk Kendari



NUQTA NEWS, Kendari — Personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tenggara bersama tim gabungan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku yang kedapatan membawa bahan peledak aktif di perairan Teluk Kendari, tepatnya di sekitar Pulau Bokori.

Kegiatan patroli gabungan tersebut berlangsung pada Rabu, 8 Oktober 2025, sekitar pukul 12.10 WITA. Dalam operasi itu, petugas menemukan kapal bagang yang menyimpan 12 botol bahan peledak aktif siap ledak di dalam gabus ikan. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, dua orang pria masing-masing berinisial AM (52) dan FE (25) diamankan beserta sejumlah barang bukti, antara lain 12 bahan peledak, dua keranjang, satu gabus ikan berwarna putih, satu kotak hijau, dan dua gulungan pancing.

Dir Polairud Polda Sultra Kombes Pol. Saminata, S.I.K., M.M melalui Kasubdit Gakkum AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H mengatakan berdasarkan hasil interogasi awal, kedua pelaku mengaku bahan peledak tersebut akan digunakan untuk aktivitas penangkapan ikan di perairan Pasi Jambe, Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Dari hasil penyelidikan, diketahui pula bahwa kedua pelaku merakit sendiri bahan peledak tersebut untuk digunakan saat beroperasi di laut.

Keduanya kini diamankan dan dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Saat ini, Ditpolairud Polda Sultra telah mengambil langkah-langkah lanjutan, antara lain membuat laporan polisi, melengkapi administrasi penyidikan, serta merencanakan gelar perkara.

Tindakan tegas ini merupakan bentuk komitmen Polda Sultra dalam menjaga kelestarian sumber daya laut serta memberantas praktik penangkapan ikan secara destruktif yang dapat mengancam keberlanjutan ekosistem laut dan keselamatan masyarakat pesisir.



Share:

Selasa, 07 Oktober 2025

Penyidik Ditreskrimum Polda Sultra Kirim Berkas Perkara Anggota DPRD Wakatobi Yang Terlibat Penganiayaan di Kejati Sultra



NUQTA.NEWS, Kendari — Penanganan kasus anggota DPRD Wakatobi berinisial LT yang terlibat dalam tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur hingga meninggal dunia kini memasuki babak baru. Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya naik ke tahap penyidikan, penyidik kini telah melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Selasa (7/10)

“Berkas perkara sudah dikirim ke Kejati pada _23 September 2025_, sementara penyidik melakukan koordinasi dan menunggu hasil penelitian dari pihak kejaksaan apakah sudah lengkap atau belum,” ujar penyidik Ditreskrimum melalui Paur Penmas Subbid Penmas Polda Sultra, Ipda Hasrun, Selasa (7/10/2025).

Diketahui,  LT melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur hingga menyebabkan korban meninggal dunia pada tahun 2014 silam di Kabupaten Wakatobi. Kasus tersebut sebelumnya telah ditangani oleh Polres Wakatobi, di mana dua tersangka lainnya telah menjalani hukuman. Sementara itu, LT sempat berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 11 tahun karena melarikan diri sebelum akhirnya diproses hukum oleh pihak kepolisian.

Dengan pelimpahan berkas ke Kejati Sultra, proses hukum terhadap tersangka LT kini tinggal menunggu hasil penelitian dari pihak kejaksaan sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Share:

Jumat, 03 Oktober 2025

Konawe Tuan Rumah Perjusami Akbar ke-1 Sultra, Wakapolda Sultra Tekankan Peran Strategis Pramuka



Konawe – Kabupaten Konawe resmi menjadi tuan rumah Upacara Pembukaan Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) Akbar ke-1 Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang digelar di pelataran Kantor Bupati Konawe ini diikuti ribuan anggota Pramuka dari berbagai kabupaten/kota se-Sultra, Jumat (3/10/2025)

Upacara pembukaan Perjusami dihadiri jajaran petinggi Gerakan Pramuka, mulai dari Ketua Kwartir Daerah (Kwarda), para Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab), hingga Ketua Kwartir Ranting (Kwarran). Hadir pula unsur Forkopimda Konawe, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para pembina dan pelatih Pramuka.

Wakapolda Sultra, Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., selaku Pembina Mabida Saka Bhayangkara Sultra, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya tema kegiatan tahun ini, “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”.

“Gerakan Pramuka bukan hanya wadah pendidikan karakter, tetapi juga motor penggerak dalam memperkuat ketahanan nasional,” ujarnya.

Brigjen Gidion menyoroti berbagai tantangan era modern seperti disrupsi teknologi, judi online, bullying, penyalahgunaan narkoba, hingga melemahnya semangat gotong royong. Menurutnya, Gerakan Pramuka harus hadir sebagai solusi strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.

Ia juga mengajak anggota Pramuka untuk aktif dalam kegiatan sosial, mulai dari kerja bakti, mendukung kelancaran arus mudik, penanggulangan bencana, hingga pelestarian lingkungan hidup. Pesan Baden Powell, pendiri Pramuka Dunia, turut ia kutip sebagai pengingat:

“Ingatlah, bukan apa yang kamu miliki, tetapi apa yang kamu berikan.”

Usai upacara, Wakapolda Sultra bersama Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim serta unsur Forkopimda melakukan inspeksi barisan dan menyapa para peserta.

Perjusami Akbar ke-1 ini diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter, solidaritas, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan generasi muda di Sulawesi Tenggara.


Share:

Rabu, 01 Oktober 2025

Ketua Umum Bhayangkari Salurkan 5.000 Paket Bansos, Gelar Bakti Kesehatan dan Religi di Ende, NTT


NUQTA.NEWS, Ende, NTT – Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Julianti Sigit Prabowo, melaksanakan rangkaian kegiatan Bhayangkari Peduli di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/10/2025)

Kegiatan ini meliputi penyaluran bantuan sosial, bakti kesehatan, serta bakti religi yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Ende Utara, Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Umum Bhayangkari didampingi Kapolda NTT, Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Wakapolda NTT, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah NTT, para pejabat utama Polda NTT, Wakil Bupati Ende, Ketua DPRD Ende, Dandim 1602/Ende, Kapolres Ende, Ketua Bhayangkari Cabang Ende, Kajari Ende, dan sejumlah undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak kedatangan Ketua Umum Bhayangkari di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende menggunakan pesawat CN 295 Polri. Rombongan kemudian menuju lokasi acara dan meninjau langsung pelaksanaan bakti kesehatan berupa pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi dan mulut, pemberian kacamata baca gratis, layanan KIA & KB, serta khitanan/bedah minor.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan secara virtual kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Sikka dan Polres Ngada melalui Zoom Meeting. Secara keseluruhan, Bhayangkari menyalurkan 5.000 paket sembako untuk tiga kabupaten, dengan rincian Kabupaten Ende 2.000 paket, Kabupaten Sikka 1.500 paket, dan Kabupaten Ngada 1.500 paket.

Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan kepada enam perwakilan penerima, antara lain warga terdampak sosial, anak stunting, pelajar, penyandang disabilitas, serta perwakilan pengurus rumah ibadah. Bantuan yang diberikan mencakup sembako, perlengkapan sekolah, kursi roda, hingga sarana rumah ibadah untuk gereja dan masjid.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari kepada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

“Melalui program Bhayangkari Peduli, Bhayangkari tidak hanya hadir mendampingi tugas-tugas Polri, tetapi juga terjun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga keagamaan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menekankan bahwa aksi sosial ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri, Bhayangkari, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya di NTT. Dengan adanya dukungan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri dan Bhayangkari dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar dengan pengamanan terbuka dan tertutup oleh personel Polres Ende serta Brimob Batalyon B Ende yang dipimpin langsung Kapolres Ende AKBP I Gede Ngurah Joni M., S.H., S.I.K., M.H.

Share:

58 Jamaah NII Faksi MYT Ikrar Setia NKRI


NUQTA.NEWS, Tangerang — Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, sebanyak 58 orang jamaah eks anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII) faksi MYT (Muhamad Yusuf Tohiri) menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, pada Rabu, 1 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB.

Para peserta yang berasal dari Kota Tangerang dan wilayah sekitarnya ini secara terbuka menyatakan lepas baiat dari ajaran menyimpang dan menegaskan kesetiaan mereka kepada Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara.

Acara diawali dengan pembacaan deklarasi kesetiaan kepada NKRI yang dipimpin oleh perwakilan peserta, Ustaz Mukhlis, dan diikuti oleh seluruh peserta. Selanjutnya, para peserta melakukan penandatanganan surat pernyataan kesetiaan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi mencium bendera merah putih sebagai simbol kecintaan dan penghormatan terhadap Indonesia.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Detasemen Khusus (Densus 88) Anti Teror Polri yaitu Kasatgaswil DKI Jakarta Kombes Pol Dhani Arifianto S.I.K. M.Han - menyampaikan penghargaan atas langkah besar yang diambil para peserta dalam meninggalkan paham radikalisme. “Langkah ini adalah bentuk nyata kembalinya semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Ini bukan akhir, tapi awal baru untuk hidup yang lebih baik dalam bingkai NKRI,” ujarnya.

Wali Kota Tangerang yang turut hadir juga menyampaikan apresiasi dan dukungan dari pemerintah daerah. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendampingi proses reintegrasi sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi saudara-saudara kita yang telah kembali ke jalan yang benar,” katanya.

Acara semakin khidmat dengan tausiyah kebangsaan oleh Asep Muhargono, mantan aktivis NII yang kini menjadi pendiri Yayasan Prasana Bumi Pertiwi (PRABU) — lembaga binaan yang terdiri dari para mantan anggota NII yang kini aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya paham radikal. Dalam tausiyahnya, Asep menegaskan bahwa “Pancasila dan Islam tidak bertentangan, dan cinta tanah air adalah bagian dari iman.”

Sebagai penutup, KH Saparudin , Wakil ketua MUI Kota Tangerang, memimpin pembacaan doa bersama agar para peserta diberikan kekuatan untuk tetap istiqamah di jalan yang benar, serta agar bangsa Indonesia terhindar dari segala bentuk perpecahan dan radikalisme.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai stakeholder Kota Tangerang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat lingkungan setempat yang turut memberikan dukungan moril dan semangat kepada para peserta dalam menjalani kehidupan baru yang lebih damai, produktif, dan konstitusional.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak individu maupun kelompok yang terpapar paham radikal untuk mengikuti jejak serupa — kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan berkontribusi membangun bangsa dalam semangat persatuan dan kesatuan


Share:

Polda Sultra Gelar Entry Meeting Pemeriksaan Kinerja Bersama BPK RI



NUQTA.NEWS, Kendari – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan entry meeting bersama Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terkait pemeriksaan kinerja atas efektivitas penegakan hukum melalui tata kelola registrasi dan identifikasi, serta penindakan pelanggaran dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) tahun 2024 hingga semester I tahun 2025. Rabu (1/10)

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dhacara Polda Sultra ini dihadiri oleh Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Gidion Arief Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum, serta Irwasda Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., bersama jajaran pejabat utama. Dari BPK RI, hadir tim pemeriksa yang dipimpin oleh Kombes Pol. Yuniar Arifiant, S.E., M.Ak., Ak., CA selaku Kasubdit Pemeriksaan I.B.3 PKN I sekaligus Wakil Penanggung Jawab IV, bersama anggota tim Yoman Hermansyah, S.E., Certda dan Risky Wirawan, S.T.

Entry meeting ini menjadi langkah awal dalam rangkaian pemeriksaan yang dilakukan BPK RI terhadap Polda Sultra. Fokus pemeriksaan diarahkan pada efektivitas tata kelola penegakan hukum lalu lintas agar semakin transparan, akuntabel, serta berdampak langsung pada peningkatan keselamatan dan ketertiban di jalan raya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polda Sultra dan BPK RI dapat memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola lalu lintas yang lebih baik di wilayah Sulawesi Tenggara.
Share:

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Polres Wakatobi Gelar Upacara di Mapolres



NUQTA.NEWS, Wakatobi – Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Polres Wakatobi menggelar upacara di Lapangan Apel Mapolres pada Rabu (1/10/2025).

Upacara dipimpin Wakapolres Wakatobi, KOMPOL Nurdin, S.Pi., M.Sos., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan diikuti para Pejabat Utama Polres dan seluruh personel, dimulai pukul 08.00 WITA dengan penuh khidmat.

Dalam amanatnya, Wakapolres menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momen penting untuk meneguhkan komitmen bersama menjaga persatuan bangsa.

“Pancasila adalah pedoman hidup berbangsa. Melalui peringatan ini, mari kita teguhkan tekad menjaga persatuan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, serta situasi di lingkungan Mapolres tetap aman dan kondusif.

Share:

Cegah Fatalitas, Polres Wakatobi Pasang Spanduk Keselamatan di Titik Rawan Kecelakaan



NUQTA.NEWS, Wakatobi – Menekan angka kecelakaan lalu lintas menjadi prioritas Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Wakatobi. Pada Selasa (30/9/2025)

Personel Sat Lantas memasang spanduk himbauan di titik rawan kecelakaan di wilayah hukum Polres Wakatobi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini menyasar beberapa titik vital, seperti pintu masuk Pelabuhan Ferry Wanci, perempatan SMA Negeri 1 Wangi-Wangi, hingga ruas jalan poros di Desa Wungka.

Kasat Lantas Polres Wakatobi, Iptu Fadlan, S.H., menjelaskan bahwa spanduk ini berisi pesan-pesan keselamatan lalu lintas untuk mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati. “Kami ingin mendorong kesadaran masyarakat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Polres Wakatobi menekankan bahwa selain penegakan hukum, pendekatan edukatif juga penting dilakukan demi terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib.

Diharapkan, keberadaan spanduk tersebut mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memperkuat budaya disiplin berlalu lintas di tengah masyarakat.
Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

NUQTANEWS

Mengenai Saya

Foto saya
Organisasi Sosial Kemasyarakatan

Wakapolri, Hibah Lahan Mako Brimob Perkuat Keamanan Masyarakat dan Proyek Strategis Nasional di Kolaka

Kolaka, Sulawesi Tenggara — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur dan kesiapan perso...

Labels

Blog Archive

Blogger templates